RSS

SURAT

06 Dec

Nak…

Surat ini mungkin kelak akan kau baca ketika umurmu sudah siap untuk memahami.

Atau mungkin kau baca kembali

Jika tiba masa kehadiranku kau benci .

 

Nak…

Jangan merasa jijik jika nanti aku tua dan bahkan tak bisa memandikan diriku sendiri

Sampai harus kau cebokkan sisa kotoranku yang kau hindari.

Ingatlah aku pernah mengganti popokmu ketika sebelum kau bisa merayap

Sampai kau tak merasa takut lagi untuk pergi ke toilet yang sunyi senyap.

Bahkan, mungkin kau tak sanggup lagi mengingatnya, ketika baju dan celanaku kau pipisin dan berakin saat kau kutimang sampai lelap.

 

Nak…

Jangan kau bentak aku jika kau sering terbangun di tengah malam karena tulang-tulang tuaku berteriak.

Mungkin aku bangun dan berjalan hanya ingin mengusir sepi dan dinginnya malam yang menggemeretak.

Panggil aku dengan lembut

Tuntun aku ketempat tidurku di sudut

Seperti kami menimangmu ketika kau terbangun di tengah malam yang ribut.

Mendengar kucing yang asik becakut.

Bahkan seringnya kau menuntut untuk bersenda gurau

Sampai tak terasa kumandang adzan subuh menggema dari surau.

 

Nak…

Sapa aku dengan panggilan sayang.

Bahkan ketika kau baru saja pulang

Dengan masalahmu yang segudang.

Jika nanti kau berteriak kesal kepadaku hanya karena melampiaskan amarahmu

Akan pekerjaan,

Lelah,

Rumah tangga,

Dan kerewelanku.

Ingatlah, aku juga pernah melalui itu.

Ditengah susahnya kami membina rumah tangga baru

Pekerjaan dan Tunggakan yang memburu

Aku selalu tertawa melihatmu menyambutku pulang dengan haru.

Bahkan belum sempat aku menukar bajuku

Yang lebih bersih karena keringat setelah kerja sehari penuh,

Kau sudah merengek minta di gendong setelah menyusu kepada ibumu.

 

Nak…

Jika kau menemukanku di jalan dan tak bisa menemukan jalan pulang,

Tolong jangan berteriak atau mempermalukanku didepan orang-orang.

Ingat aku juga sering mencarimu dengan bimbang,

Ketika kau asik bermain hingga senja datang.

 

 

Nak..

Perlahanlah mengajarkan hal-hal modern kepada otakku

yang semakin hari semakin seperti membatu.

Sama seperti aku mengajarkan hal-hal baru kepadamu

Tidak terburu-buru

Tahun demi tahun berlalu.

 

 

Nak…

Aku mungkin pernah bersalah dalam dalam mendidikmu hingga dewasa.

Aku melakukannya agar kau bisa menjadi pribadi yang baik untuk mereka semua.

Berdiri ketika kau terjatuh

Bangkit ketika kau terpuruk

Menangis seperti manusia,

Bukan pembohong yang menyembunyikan kesedihanya.

Setelah semua membawaku ke akhir tujuan

Aku ingin mengucapkan..

Aku menyayangimu, Keenan.

 

 

~Teruntuk Ananda: Keenan Fairel Athariz

14 November 2013

 
Leave a comment

Posted by on December 6, 2013 in Uncategorized

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Wade Books

Turn the Tide

#timpakul

[restart]

RINTIHAN PAGI BISIKAN SENJA

pada segalamu, cinta tak kutakar lagi.

LINIMASA

karena internet butuh lebih banyak hati

rindut.com

Just a mark left after a small piece has been chopped.

Opera Aksara

Kata adalah pengendali realita

— h u r u f k e c i l

"Saya menulis karena sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus." — M Aan Mansyur

The_amink

And the story continue.......

%d bloggers like this: